Kamu dulu, kemudian orang lain.
Kuat-kuati dirimu, agar babak belur menjadi teman akrab.
Caci maki dirimu, agar jika suatu hari orang lain mencacimu, kamu tidak terkejut.
Benah-benahi dirimu, karena itu tanggung jawab dirimu sendiri, bukan orang lain.
Obati dirimu, yang dibalut luka dan goresan, jangan lupa perban dan obat merah-nya.
Semangat-semangati sendiri dirimu, karena orang lain tidak bisa selalu hadir, tidak bisa selalu ada.
Tata selalu dirimu, agar kuat, agar tidak mudah diacak yang lain.
Sayang-sayangi dirimu, yang terkadang kuat, seringnya lemah.
Berikan peluk untuk dirimu, agar hangat, agar bertemu dengan pagi-pagi yang lain.
Teruslah berusaha agar berdamai dengan dirimu, meskipun pertarungan selalu hadir setiap saat dalam diri, meskipun badai guntur sering mengacak hati.
Cinta-cintai dirimu. Kamu dulu, kemudian orang lain.
Untukmu, dari dirimu, dengarkan ini.


Komentar
Posting Komentar