Disappointed

Sore itu aku sedang duduk-duduk santai di depan rumah sambil mendengarkan musik. Lalu tiba-tiba salah seorang saudaraku datang ke rumah, terlihat raut kekecewaan dari wajahnya. Anggap saja aku "A" dan saudaraku itu "B", dan mulailah percakapan kami.

A: "Eh B! Tumben ke rumah, ada apa? Kok nggak ngerayain ulang tahun bareng teman-teman kamu?"
B: "Haha nggak lah, wong mereka aja nggak ngucapin" *tersenyum kecewa*
A: "Hah serius? Bukannya kamu tu deket banget sama teman-teman kamu? Kok mereka nggak ngucapin? Lagi berantem ya?"
B: "Nggak kok, nggak lagi berantem. Ya, nggak tau kenapa pada nggak ngucapin"
A: "Ooh mungkin mereka lupa kali kalau kamu ulangtahun hari ini, udah positif thinking aja"
B: "Nggaklah, mana mungkin mereka lupa. Kemaren mereka masih ceng-cengin aku kok gara-gara besok aku tu ulangtahun, jadi nggak mungkin mereka lupa"
A: "Lah? Trus kenapa dong mereka nggak ngucapin?"
B: "Tau tuh. Aku kecewa banget deh, sumpah. Padahal tadi aku ketemu mereka loh di kampus, tapi mereka kayak nggak peduli aja. Kayak I don't fucking care who's brithday today. Trus ada tuh salah satu temen aku bilang kayak gini dengan nada nyindir "Oiya, gue belum update instastory kalau si B ultah nih". Ya ampun, aku disitu rasanya kessssell banget!! Aku kan ada di samping dia nih ya, kenapa sih nggak bilang langsung aja? Trus aku respon dong "Wey, gue disini, tinggal ucapin aja apa susahnya sih." Trus dia respon balik "Ya ampun, agak gimanaaa gitu yaa ngucapin selamat ulang tahun secara langsung ke orangnya, apalagi lo temen deket gue, gue agak "jijik" sih hahahaha." Disitu gue terdiam"
A: "Ya ampun, kok temen kamu gitu amat sih? Katanya temen deket? Kok temennya ulangtahun malah "jijik" ngucapin secara langsung? Temen macam apa sih? Maunya update di instagram aja, tapi nggak mau kalau ngucapin langsung ckck"


Yah, begitulah. Selamat datang di dunia serba media sosial. Dikit-dikit update di sini, dikit-dikit update di situ. Rasa simpati dan empati sudah mulai terkikis akibat media sosial yang salah dalam penggunaannya, miris. Sudah mulai timbul rasa enggan untuk berkata "selamat", "maaf", "tolong", dan lain-lain secara langsung. Maunya ucapan-ucapan tadi di update saja ke  media sosial biar followersnya tau kalau dia tulus ngucapin kata-kata tadi, padahal aslinya.....Yah, begitulah. Kelihatannya "deket banget dan kompak banget" karena sering foto bareng trus diupdate ke medsos, padahal aslinya....Yah, begitulah.



p.s: aku udah nyuruh si B untuk bilang langsung ke "temen-temen deketnya" kalau dia kecewa. Besoknya si B bilang, nggak ada respon dari teman-temannya :)







7 Agustus 2017 pukul 19.50 WIB
lagi berdebat sama pemikiran sendiri.

Komentar

Postingan Populer